Desa Tista merupakan salah satu desa yang tetap teguh menjaga warisan adat, tradisi, dan bahasa sebagai identitas budaya masyarakat Bali. Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, masyarakat Desa Tista terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali melalui partisipasi aktif dalam Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026.
Kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan program tahunan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai upaya nyata menjaga kelestarian bahasa daerah. Pada penyelenggaraan tahun 2026 yang mengusung semangat pelestarian dan penguatan jati diri budaya Bali, Desa Tista turut ambil bagian dengan penuh antusias. Kegiatan ini sejalan dengan visi budaya yang terinspirasi dari nilai-nilai luhur kearifan lokal Bali dan juga mendukung arah pembangunan budaya Provinsi Bali sebagaimana tertuang dalam kebijakan daerah.
Dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026, mengangkat tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” Dengan Maskot “Kupu-Kupu” Yang bermakna “Bulan Bahasa Bali merupakan altar pemuliaan Bahasa Aksara dan sastra Bali sebagai taman membangun jiwa yang maha sempurna”. Desa Tista menyelenggarakan berbagai lomba dan kegiatan edukatif, seperti lomba nyurat aksara Bali, mesatua Bali, ngewacen Bahasa Bali, serta metembang pop bali . Anak-anak, remaja, hingga orang tua turut berpartisipasi, mencerminkan bahwa pelestarian bahasa bukan hanya tanggung jawab generasi tua, tetapi juga generasi muda sebagai penerus budaya.
Para tokoh adat dan perangkat desa memberikan dukungan penuh, mengajak masyarakat untuk terus menggunakan Bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan ini, Desa Tista membuktikan bahwa pelestarian bahasa dan budaya bukan sekadar seremonial, melainkan gerakan nyata yang terus dihidupkan dari generasi ke generasi. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan rasa bangga terhadap identitas budaya Bali menjadi fondasi kuat dalam menjaga kelestarian Bahasa Bali di tengah arus globalisasi.
Dengan terselenggaranya Bulan Bahasa Bali VIII Warsa 2026, Desa Tista tidak hanya merayakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai jiwa dan roh kebudayaan Bali yang harus terus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

